LATAR BELAKANG
Tes
dan pengukuran adalah suatu kegiatan
yang dilakukan untuk mengumpulkan data dalam melakukan penilaian, penilaian
membutuhkan yang namanya data untuk menghasilkan penilaian yang obyektif. Tes
dan pengukuran membutuhkan alat alat dalam pengukuran, bayangkan bila tidak
alat pengukura. Kemungkinan kemajuan kemajuan dalam segala bidang akan
terlambat dan tidak mempunyai sasaran yang
tepat. Dengan adanya tes dan pengukuran, segala program dibidang apa saja dapat
di kontrol dan di evaluasi. Tes dan pengukuran juga merupakan bagian yang
intergraldalam hasil belajar siswa. Tes dan pengukuran yang dilakukan dalam
bidang keolahragaan dan pendidikan harus dapat mendasarkan diri Banyak alasan
menggunakan tes dan pengukuran dalam proses penilaian.
Salah
satu sisi penting dalam pendidikan olahraga adalah tes dan pengukuran. Tes dan
pengukuran dilakukan agar pembina olahraga dapat mengetahui sampai di mana
perkembangan dan kemajuan dari peserta keolahragaan. Selanjutnya, dengan
mengetahui tingkat perkembangan dan kemajuan dari peserta keolahragaan, pembina
olahraga juga dapat menentukan metode yang tepat untuk meningkatkan dan
mengembangkan kemampuan dari peserta keolahragaan. Oleh karena itu, dalam
pendidikan keolahragaan, tes dan pengukuran menjadi aspek yang tidak dapat
diabaikan.
Pada
kehidupan manusia pasti akan dihadapkan dengan beberapa masalah yang ada,
sangat kompleks sekali masalah demi masalah yang muncul. Dengan segenap kemampuan
yang dimiliki manusia, manusia akan selalu berusaha untuk menyelesaikan semua
masalah-masalah itu. Tetapi terkadang seseorang akan lupa terhadap apa yang
terjadi pada dirinya sendiri, lebih-lebih pada masalah fisik, yaitu tentang
kesegaran jasmani. Banyak dari mereka yang sibuk, akan lupa terhadap kesehatan
dan kestabilan kesegaran jasmaninya.
Kesegaran
jasmani seseorang adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas
pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, untuk dapat
mencapai kondisi kesegaran jasmani yang prima seseorang perlu melakukan latihan
fisik yang melibatkan beberapa komponen kesegaran jasmani dengan metode latihan
yang benar.
Semakin
tinggi tingkat kesegaran jasmani seseorang, semakin besar kemampuan fisiknya
dan produktifitas kerjanya, khususnya dalam bidang olahraga. Bagi guru
pendidikan jasmani ataupun pelatih, sangat penting mengadakan
pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswa atau atlet untuk
mengembangkan prestasi. Selain itu para Guru atu Pelatih akan membutuhkan
sesuatu yang dinamakan demngan evaluasi. Yang bertujuan untuk mengoreksi dan
mengetahui seberapa tingkat dan perkembangan setelah melakukan beberapa tahap
latihan. Sebagai Pelatih dan Guru olahraga, yang bertanggung jawab atas
prestasi anak asuhannya. Perlu melengkapi dirinya dengan pengetahuan tentang
cara-cara mengukur dan menilai status kondisi fisik tersebut. Dan statrus
kondisi fisik seseorang hanya mungkin diketahui dengan pengukuran dan penilaian
yang berbentuk beberapa tes kemampuan.
Cara
evaluasi yang tepat yang harus dilakukan yaitu dengan cara Tes dan Pengukuran
terhadap atlet ataupun siswa. Tes dan pengukuran dapat dilakukan dengan
beberapa cara dan tahap yang mempunyai manfaat dan tujan dilakukannya tes
tersebut. Dan tes tersebut dibagi menjadi bebrapa komponen kondisi fisik serta
beberapa jenis tes yan sudah dikelompokan.
Dengan
melakukan tes dan pengukuran ini kita dapat mengambil beberapa manfaat,
diantaranya kita dapat mengevaluasi tahap latihan yang telah dilakukan, dengan
hal itu kita dapat mengetahui seberapa perkembangan kondisi fisik seseorang,
selain kita bisa mengembangkan prestasi atlet, kita juga bisa menjadikan ini
sebagai bahan perbaikan dalam pemebelajaran atau pelatihan. Kita juga dapat
termotivasi oleh hasil yang diambil dalam tes dan pengukuran ini, atau bahkan
kita dapat menggunakan data ini untuk bahan sebuah penelitian.
PEMBAHASAN
A.Pengertian Tes
Keterampilan Cabang Olahraga
Tes keterampilan cabang
olahraga, bertujuan untuk mengukur keterampilan siswa dala suatu cabang
olahraga. Tes ini akan mengungkapkan penguasaan keterampilan teknik dasar dala
cabang olahraga.Beberapa tes keterampilan ini akan mengungkapkan keterampilan
siswa dalam suatu cabang olahraga. Hasilnya bermanfaat untuk membuat
klasifikasi, dan mengetahui kemajuan hasil belajar dan siswa.
Pengelompokkan
siswa berdasarkan kemampuannya, sehingga menjadi homogeny. Bermanfaat untuk
penyelenggaraan proses belajar mengajar yang efekrif dan efisien. Para siswa
berpontesi mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan prestasi. Bila keadaan
kelompok tersebut heterogen, maka proses pembelajaran kurang efektif, dan
perkembangan siswa berprestasi akan terhambat. Bahkan akan timbul perasaan
jenuh, sebab siswa merasa tidak ada tantangan atau sesuatu yang baru baginya.
B.Tes Keterampilan Cabang
Olahraga
1.
Tes
Keterampilan Dasar Tenis Meja
Tenis
meja termasuk salah satu permainan yang digemari oleh masyarakat dunia umumnya
dan masyarakat Indonesia khususnya. Di Indonesia, tenis meja sudah
sangat memasyarakat baik di sekolah-sekolah, kampung-kampung,
instansi-instansi, perusahaan-peusahaan, dan sebagainya. Di kampung-kampung,
olahraga ini menjadi salah satu cabang olahraga yang sering dipertandingkan
setiap acara agustusan. Di tingkat nasional, olahraga ini juga selalu muncul
dalam daftar cabang-cabang olahraga yang dipertandinngkan pada Pekan Olahraga
Nasional (PON).
Para penggemar
tenis meja ada yang menjadikannya sebagai permainan hiburan dan sds juga yang
menggelutinya dengan serus. Mereka yang menjadikan permainan tenis meja sekedar
permainan hiburan saja biasanya tidak begitu memedulikan teknik, taktik, dan
strategi permainan. Namun bagi mereka yang terpenting bahwa permainan tenis
meja itu menyenangkan.
Akan
tetapi bagi mereka yang menggeluti tenis meja dengan serius, tentu saja
pengetahuan tentang teknik, taktik, strategi dan aturan main tenis meja sangat
penting. Aturan main dibutuhkan untuk memastikan cara bermain yang benar,
sedangkan teknik, taktik dan strategi untuk memenangkan prtandingan.
Dalam
hal ini, bagi penggemar permainan tenis meja baik yang akan menggelutinya
ataupun hanya sebagai kesenagan saja, diperlukan tes keterampilan dasar
terlebih dahulu agar dapat diketahui seberapa baik keterampilan permainan tenis
meja yang dimilikinya.
Tujuan Tes
Tes
ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan dasar dalam permainan tenis meja.
Materi Tes
1. Memantul-mantulkan bola dengan bet
2. Pukulan farehand
3. Pukulan backhand
4. Servis
5. Defensife/ pertahanan
6. Smahs
Petunjuk Pelaksanaan
1. Memantul-mantulkan
bola dengan bet
a. Testi
· Berdiri
dengan rilek
· Tangan
kanan memegang bet dan tangan kiri memegang bola ataupun sebaliknya
· Setelah
aba-aba “Ya” memantul-mantulkan bola ke salah datu permukaan bet
· Tinggi
bola minimal 30 cm
· Lakukan
secara berulang-ulang sebanyak mungkin dalam waktu 30 detik
b. Tertor
· Memberikan
aba-aba “Ya”
· Memperhatikan
tinggi bola
· Menghitung
banyaknya bola yang dipantulkan
· Memulai
dan menghentikan waktu
2. Pukulan
farehand
a. Testi
· Berdiri
di depan dinding pada garis yang telah ditentukan
· Tangan
kanan memegang bet dan tangan kiri memegang bola ataupun sebaliknya
· Telapak
tangan menghadap ke depan
· Setelah
aba-aba “Ya” memukul bola ke dinding
· Saat
memantulkan bola ke dinding, kaki jangan melewati garis
· Pantulan
bola di dinding harus berada di atas garis
· Lakukan
secara berulang-ulang sebanyak mungkin dalam waktu 1 menit
b. Tastor
· Memberikan
aba-aba “Ya”
· Memperhatikan
pantulan bola
· Menghitung
banyaknya bola yang dipantulkan
· Memulai
dan menghentikan waktu
3. Pukulan
backhand
a. Testi
· Berdiri
di depan dinding pada garis yang telah ditentukan
· Tangan
kanan memegang bet dan tangan kiri memegang bola ataupun sebaliknya
· Telapak
tangan menghadap ke belakang
· Setelah
aba-aba “Ya” memukul bola ke dinding
· Saat
memantulkan bola ke dinding, kaki jangan melewati garis
· Pantulan
bola di dinding harus berada di atas garis
· Lakukan
secara berulang-ulang sebanyak mungkin dalam waktu 1 menit
b. Tastor
· Memberikan
aba-aba “Ya”
· Memperhatikan
pantulan bola
· Menghitung
banyaknya bola yang dipantulkan
· Memulai
dan menghentikan waktu
Gambar
Petunjuk Tes Pukulan Forehand dan Backhand

Keterangan:
A Testor
B Testi
Arah
laju bola
4. Servis
a. Testi
· Berdiri
di depan lapangan tenis meja
· Tangan
kanan memegang bet dan tangan kiri memegang bola ataupun sebaliknya
· Setelah
aba-aba “Ya” melakukan servis
· Bola
harus memantul di kedua sisi meja
· Saat
servis harus focus terhadap target
· Lakukan
secara berulang-ulang dengan 10 kali kesempatan
b. Tastor
· Memberikan
aba-aba “Ya”
· Memperhatikan
pantulan bola
· Menghitung
banyaknya bola yang masuk di target
Gambar Petunjuk Tes Servis

Keteranga:
A Testor
B Testi
5. Defensife/
pertahanan
a. Testi
Ø Berdiri di depan lapangan tenis meja
Ø Tangan kanan memegang bet dan tangan kiri memegang
bola ataupun sebaliknya
Ø Setelah aba-aba “Ya” bersiap menerima bola
Ø Bola harus dikembalikan ke daerah lawan yang telah ditentukan
Ø Saat defensife harus focus terhadap datangnya bola
Ø Lakukan secara berulang-ulang dengan 20 kali
kesempatan
b. Testor
1
· Memberikan
aba-aba “Ya”
· Memberikan
bola kepada testi sebanyak 20 kali
c. Testor
2
· Menghitung
jumlah datangnya bola yang masuk
Gambar
Petunjuk Tes Defensife/ pertahanan

Keterangan:
A Testor
B Testi
6. Smash
a. Testi
· Berdiri
di depan lapangan tenis meja
· Tangan
kanan memegang bet dan tangan kiri memegang bola ataupun sebaliknya
· Setelah
aba-aba “Ya” bersiap menerima bola
· Saat
melakukan smash harus focus terhadap target
· Lakukan
secara berulang-ulang dengan 10 kali kesempatan
b. Testor
1
· Memberikan
aba-aba “Ya”
· Memberikan
bola kepada testi sebanyak 10 kali
c. Testor
2
· Menghitung
banyaknya bola yang masuk di target
Gambar Petunjuk Tes Smesh

Keterangan:
A Testor
B Testi
Proses Penilaian
TABEL PENILAIAN
Memantulkan bola 30 detik
|
Pukulan forehand 1 menit
|
Pukulan backhand 1 menit
|
Servis 10 bola
|
Defensife 20 bola
|
Smash 10 bola
|
NILAI
|
|
50 ke atas
|
70 ke atas
|
70 ke atas
|
25 – 30
|
18 – 20
|
25 – 30
|
5
|
|
42 – 50
|
58 – 69
|
58 – 69
|
20 – 24
|
15 – 17
|
20 – 24
|
4
|
|
30 – 41
|
45 – 57
|
45 – 57
|
15 – 19
|
11.- 14
|
15 – 19
|
3
|
|
20 – 29
|
35 -44
|
35 -44
|
10.- 14
|
6.- 10
|
10.- 14
|
2
|
|
0 -19
|
0 -34
|
0 -34
|
0 – 9
|
0 – 5
|
0 – 9
|
1
|
NORMA PENILAIAN
No.
|
Jumlah Nilai
|
Klasifikasi
|
1
|
22 – 25
|
Baik
Sekali (BS)
|
2
|
18 – 21
|
Baik (B)
|
3
|
14 – 17
|
Sedang (S)
|
4
|
10. – 13
|
Kurang (K)
|
5
|
5. – 9
|
Kurang Sekali (KS)
|
2.
Tes
Keterampilan Permainan Bola Voli
Tes
keterampilan ini berguna untuk mengukur keterampilan teknik dasar bermain
olahraga voli. Hasil pengukuran keterampilan ini dapat dijadikan salah satu
dasar pertimbangan dalam kegiatan proses pembelajaran yang berkaitan dengan
strategi pengelompokkan siswa sebagai hasil belajarnya, dan menentukan status
siswa dalam kelasnya.
a.
Tes
Mengoperkan Bola (passing)
Tujuan : suatu tes untuk mengukur keterampilan passing
atas.
Alat :
Ø Dinding/tembok
untuk petak sasaran
Ø Bola
voli 3 buah
Ø Stopwatch
Pelaksanaannya
:
§ Testee
berdiri di bawah petak sasaran
§ Begitu
aba-aba dimulainya tes, stopwatch dijalankan, dan bola dilemparkan kedinding
dari tempat yang bebas
§ Setelah
bola memantulkan kembali, bola dipassing ke dinding tertuju ke dalam kotak
sasaran.
Yang
membuat gagal tes ini yaitu jika bola di tangkap, bola menyentuh lantai, dan
bola di lempar-lempar
Menskorkan
:
Ø Bola
yang dipassing secara sah seseuai aturan selama satu menit
Ø Jumlah
sentuhan yang sah dengan bola mengenai dinding pada petak sasaran.

b.
Tes
Servis
Tujuan
: untuk mengukur kemampuan bola servis ke arah sasaran dengan tepat dan terarah
Alat
:
Ø Lapangan
bola voli
Ø Net
dan tiang net
Ø Tiang
bamboo 2 buah
Ø Tali
plastic 30 meter
Ø Bola
voli 6 buah
Pelaksanaannya
:
§ Testee
berada dalam daerah servis dan melakukan servis yang sah sesuai dengan
peraturan permainan yang berlaku untuk servis
§ Bentuk
pukulan servis bebas
§ Kesempatan
melakukan servis sebanyak 6 kali
Menskornya
:
Ø Skor
setiap servis ditentukan oleh tinngi bola waktu melampaui jarring dan angka
sasaran dimana bola jatuh
Ø Bola
yang melewati jaring diantara batas atas jaring dan tali setinggi 50 cm, skor
angka sasaran dikali 3
Ø Bola
yang melampaui jarring lebih tinggi dari tali yang tinggi, skornya angka
sasaran
Ø Bola
yang menyentuh tali batas di atas jarring, dihitung telah melampaui ruang
dengan angka dikalikan yang lebih besar
Ø Bola
yang menyentuh garis batas sasaran dihitung telah mengenai sasaran dengan angka
yang lebih besar
Ø Bola
yang dimainkan dengan cara tidak sah/bola menyentuh net/ jatuh di luar bagian
lapangan skornya 0

c. Smash
Tujuan :Untuk mengukur keterampilan
melakukan smash.
Alat dan perlengkapan
(1) Tinggi net 2,30
m untuk putra dan 2,15 m untuk putri.
(2) Bolavoli.
(3) Lapangan bolavoli ukuran normal lengkap
dengan tiang dan net, dan dibuat garis-garis yang membatasi sasaran
nilai.
Petugas
tes :
Petugas
tes terdiri dari 2 orang yang masing-masing bertugas sebagai berikut:
Petugas
tes I:
(1) Berdiri
di dekat net di area peserta tes.
(2) Sebagai
pengumpan.
Petugas
tes II:
(1) Berdiri
tidak jauh dari area sasaran.
(2) Menghitung
dan mencatat hasil tes.
Pelaksanaan tes
(1) Peserta tes berdiri di garis
serang, pengumpan berdiri di tengah dekat net dan melambungkan bola untuk dismash peserta
tes.
(2) Pada saat bersamaan peserta
tes melakukan smash sambil melompat dan mengarah pada sasaran
yang paling tinggi.
(3) Melakukan smash sebanyak
6 kali.
(4) Apabila bola lambung tidak
sempurna maka dapat diulang kembali.
Gambar Pelaksanaan
Tes Smash
Pencatatan hasil
Ø Hasil
yang dicatat berasarkan jatuhnya bola pada setiap sasaran dengan benar sebanyak
6 kali.
3.
Tes
keterampilan bola basket
a. Tes
melempar dan menangkap bola
Orang
coba dengan bola di tangan, berdiri di belakang garis yang jauhnya 3 m dari
tembok. Setelah aba-aba “ya”, testee berusaha melempar bola dalam waktu 30
detik. Selama melakukan tes, testee tidak boleh menginjak/melewati garis.
Apabila pada waktu melakukan lemparan, salah satu/kedua kak testee
menginjak/melewati garis, maka lemparan tersebut dianggap tidak sah dan tidak
diberikan angka. Lemparan di hitung sejak bola dilepas dari kedua tangan.

b. Tes
menembakkan bola ke keranjang basket
Orang
mencoba dengan bola didepan dada, berdiri di sembarang tempat dibawah basket.
Setelah aba-aba “ya”, testee berusaha memasukkan bola tersebut sebanyak mungkin
kedalam basket, bola harus terlebih dahulu menyentuh papan basket. Hanya bola
yang sah masuk yang diberi skor.

c. Tes
menggiring bola
Sebelum
melakukan tes, testee berdiri dengan bola di belakang garis start. Setelah
aba-aba “ya”, testee menggiring bola melalui enam rintangan dengan rute.
Setelah diberikan waktu 30 detik untuk melewati rintangan sebanyak mungkin. Apabila
setelah testee mencapai titik start kembali waktu 30 detik sebelum selesai,
maka testee melanjutkan dribblenya dengan rute seperti semula. Skor ditentukan
oleh jumlah rintangan yang mampu dilalui testee. Apabila testee melakukan salah
dribble/melalui rute yang salah, maka tes harus diulangi.

4.
Tes
Keterampilan Sepakbola
Tes
ini mengukur keterampilan teknik dasar bermain sepak bola, yang mencakup
beberapa butir tes yaitu :
a.
Tes
sepak dan Tahan Bola (Passing dan Stopping)
Tujuan
: Mengukur keterampilan menyepak dan menahan bola.
Alat
:
Ø Bola
2 buah
Ø Stop
Watch
Ø Bangku
Swedia 4 buah (papan ukuran 3m X 60 Cm sebanyak 2 buah)
Ø Kapur
Pelaksanaannya:
Ø Testeer
berdiri dibelakang garis tembak yang berjarak 4 meter dari sasaran/papan dengan
posisi kaki kanan atau kiri siap menembak sesuai dengan kebiasaan pemain.
Ø Pada
aba-aba “ya”, testee mulai menyempak bola ke sasaran, pantulannya di tahan
kembali dengan kaki di belakang garis tembak. Selanjutnya dengan kaki yang
berbeda bola disepak kea rah berlawanan dengan sepakan pertama.
Ø Lakukan
tugas ini secara bergantian antara kaki kiri dan kanan selama 30 detik.
Ø Apabila
bola keluar dari daerah sepak, maka testee menggunakan bola cadangan yang telah
disediakan.
Ø Gerakan
yang gagal apabila, bola ditahan/disepak didepan garis sepak pada setiap kali
tugas menyepak, dan bola ditahan serta disepak hanya dengan satu kaki saja.
Cara
Menskor :
Jumlah
menyepak dan menahan bola secara sah, selama 30 detik. Hitungan 1, diperoleh
dari satu kali kegiatan menendang dan menahan bola.

b.
Tes
memainkan bola dengan kepala (Heading)
Tujuan
: mengukur keterampilan menyundul dan mengontrol bola dengan kepala
Alat :
Ø Bola
Ø Stopwatch
Pelaksanaannya
:
Ø Pada
aba-aba “siap”, testee berdiri bebas dengan bola berada dalam penguasaan
tangannya
Ø Pada
aba-aba “ya”, testee melempar bola ke atas kepalanya dan kemudian memainkan
bola tersebut dengan bagian dahi.
Ø Lakukan
tugas gerak ini ditempat selama 30 detik
Ø Apabila
bola tersebut jatuh, maka taste mengambil bola itu dan memainkannya kembali di
tempat bola tersebut diambil.
Ø Gerakan
yang dinyatakan gagal yaitu: testee memainkan bola tidak dengan dahi dan testee
melakukannya berpindah-pindah tempat.
Menskornya:
Skor
adalah jumlah bola yang dimainkan dengan dahi yang sah selama 30 detik

c.
Tes
Menggiring Bola (Dribbling)
Tujuan
: mengukur keterampilan menggiring bola dengan kaki disertai cepat perubahan
arah.
Alat :
Ø Bola
Ø Stopwatch
Ø 6
buah rintangan (tongkat/lembing)
Ø Tiang
bendera
Ø Kapur
Pelaksanaannya
:
Ø Pada
aba-aba “siap” testee berdiri dibelakang garis start dengan bola dalam
penguasaan kaki
Ø Pada
aba-aba “ya”, testee mulai menggiring bola ke arah kiri melewati rintangan
pertama dan berikutnya menuju rintangan berikutnya sesuai dengan arah panah
yang telah ditetapkan sampai ia melewati garis finish
Ø Bila
salah arah dalam menggiring bola, ia harus memperbaikinya tanpa menggunakan
anggota badan selain kaki ditempat kesalahan terjadi dan selama itu pula
stopwatch tetap berjalan.
Ø Bola
digiring oleh kaki kanan dan kaki kiri secara bergantian, atau paling tidak
salah satu kaki pernah menyentuh bola satu kali sentuhan.
Ø Gerak
tersebut dinyatakan salah bila, testee menggiring bola hanya dengan menggunakan
satu kaki saja, testee menggiring bola tidak sesuai dengan arah panah, dan
testee menggunakan anggota badan lainnya selain kaki.
Menskornya
:
Waktu
yang ditempuh oleh testee dari mulai aba-aba “ya” sampai ia melewati garis
finish. Waktu dicatat sampai persepuluh detik.

d.
Tes
menembak/menendang bola kesasaran (Shooting)
Tujuan
: mengukur keterampilan menembak bola yang cepat dan tepat kea rah sasaran
gantung
Alat :
Ø Bola
Ø Stopwatch
Ø Gawang
Ø Nomor-nomor
Ø Tali
Pelaksanaannya
:
Ø Testee
berdiri dibelakang bola yang diletakkan pada sebuah titik berjarak 16,5 m di
depan gawang/sasaran
Ø Tidak
ada aba-aba
Ø Pada
saat kaki testee mulai menendang bola, maka stopwatch dijalankan dan
diberhentikan saat bola mengenai sasaran.
Ø Testee
diberikan 3 x kesempatan
Ø Gerakan
yang dinyatakan gagal, jika bola keluar dari sasaran, menempatkan bola tidak
pada jarak 16,5 m dari sasaran.
Cara
menskor:
v Jumlah
skor dan waktu yang ditempuh bola pada sasaran dalam 3 kali
v Bila
bola hasil tendangan mengenai tali atau garis pemisah skor pada sasaran, maka
diambil skor terbesar dari kedua sasaran tersebut.

5. Tes Keterampilan
BuluTangkis
a. Tes wall volley
Tujuan : Kemampuan Pukulan Clear Shot dan menentukan
keterampilan bermain
Alat
:
Ø Raket
dan shuttle cock
Ø Dinding
Ø Formulir
tes
Pelaksanaannya
:
Ø Orang coba berdiri di belakang garis start. Pada aba-aba
“ya”, maka dengan servis yang sah shuttle cock diarahkan ke tembok pada atau
digaris net. Pada saat tersebut pengetes menjalankan stopwatchnya.
Ø Shuttle cock yang memantul dari tembok dipukul ke tembok
lagi sebanyak mungkin dalam waktu 30 detik. Bila shuttle cock jatuh kelantai,
maka orang coba harus mengambilnya, dan mulai melakukan servis lagi dari
belakang garis start. Tiap-tiap orang akan coba melakukan 3 kali percobaan.
Cara
Menskor :
Ø Tiap pukulan yang benar diberi nilai satu. Nilai terakhir
adalah jumlah dari pukulan yang benar dalam 3 kali percobaan.
Keterangan
:
v Garis net: selebar 2,54 cm pada tembok, berjarak 1,525 m
di atas dan sejajar dengan lantai
v Garis start pada lantai sejajar dengan tembok serta
berjarak 1,98 m
v Garis batas, pada lantai berjarak 0,915 m dari tembok dan
sejajar dengan garis start.

b. Tes
Servis Pendek
Tujuan
: untuk mengukur kemampuan dan ketetapan penempatan servis dengan shuttle cock
di bawah.
Pelaksanaannya
:
Orang
coba berdiri pada bagian lapangan yang terletak sudut-menyudut dengan sasaran
yang dibuat untuk melakukan servis. Setelah aba-aba “ya”, orang coba melakukan
servis diarahkan ke sasaran dengan kesempatan sebanyak 20 kali servis. Shuttle
cock harus melintas di atas dan di bawah pita.
Cara
menskornya :
Shuttle
cock yang jatuh pada sasaran terdalam diberi nilai 5, kemudian 4,3,2 dan shuttle
cock yang jatuh di luar target, tetapi masih pada daerah servis diberi nilai 1.
Bila shuttle cock jatuh tepat pada garis, dianggap jatuh pada daerah yang
bernilai lebih tinggi.
Keterangan
:
Lapangan
bulutangkis yang digunakan hanya bagian sebelah dari kedua belah lapangan
dengan posisi diagonal. Orang coba berdiri digaris servis pendek (garis yang
berjarak 1.98 dari jaring). Pada titik sudut lapangan dibuat garis-garis
lengkung yang berpusat pada titik sudutnya dengan jari-jari 22 inch(55cm), 30
inch (76 cm), 38 inch (97 cm), dan 46 inch (107 cm). Ukuran ini termasuk 2 inch
(5,08 cm) lebar tiap-tiap garis. Pita sepanjang jaring dengan lebar minimal 5
cm direntangkan, dengan jarak ketinggian 0,5 m di atas jaring.

c.
Tes
Servis Panjang
Tujuan
: untuk mengukur ketetapan memukul shuttle cock kearah sasaran tertentu dengan
teknik pukulan servis panjang.
Pelaksanannya
:
Orang
coba berdiri di daerah yang terletak di sudut-menyudut dengan bagian lapangan
yang diberi sasaran. Kemudian, orang coba melakukan servis, diarahkan ke daerah
sasaran dan ia berusaha melewatkan shuttle cock di atas tali dengan teknik
servis yang sah. Tiap testee diberi kesempatan melakukan servis sebanyak 20
kali.
Keterangan
:
Untuk
servis panjang, daerah-daerah sasaran dibuat pada sudut belakang samping,
masing-masing dengan ukuran yang sama dengan sasaran untuk servis pendek,
dengan jari-jari 55,76,97 dan 107 cm. Pita sepanjang net dengan lebar 5 cm
direntangkan sejajar dengan net berjarak 14 feet (4,27 m) dari net, dengan
tinggi 8 feet (2,44 m) dari lantai.

d. Clear
Test
Tujuan
: untuk mengukur kekuatan memukul shuttle cock
Pelaksanaannya
:
Orang
coba berdiri di daerah yang sudah disediakan. Seorang pembantu berdiri di
tengah-tengah lapangan yang bertarget sasaran, untuk memberikan servis. Sesudah
pembantu melakukan servis, dan dapat meningalkan lapangan serta orang yang
menerima langsung memukul shuttle cock sekuatnya dan harus lewat di atas tali.
Diberikan 20 kali kesempatan memukul
Pada
bagian lapangan yang bertali dibuat garis-garis batas sasaran yaitu :
Ø
Disebelah
dalam dari garis batas servis belakang dibuat garis dengan jarak masing-masing
61 cm dan sejajar dengan servis belakang
Ø
Disebelah
luar garis belakang batas servis dibuat garis berjarak 61 cm dan sejajar dengan
garis servis dari belakang batas servis.
Cara
menskornya :
Shuttle
cock yang dipukul dengan benar dan memenuhi syarat-syarat tes serta jatuh di
daerah sasaran yang bernilai dengan urutan dari luar ke dalam yaitu : 3,5,4,dan
2. Shuttle cock yang tidak masuk di sasaran tidak diberikan nilai. Shuttle cock
yang jatuh pada garis sasaran, dianggap masuk ke daerah sasaran yang bernilai
lebih tinggi. Nilai dari 20 kali percobaan tersebut, kemudian dijumlahkan.
Jumlah ini merupakan skor dari clear test seseorang.

6. Tes Keterampilan
Sepak Takraw
a.
Tes servis
Tujuan
: mengukur keterampilan servis
Alat
:
Ø
Lapangan
bermain sepak takraw
Ø
Beberapa
bola sepak takraw
Ø
Net
Ø
Tali
yang direntangkan setinggi 20 cm dari net
Ø
Stopwatch
Ø
Formulir
Ø
Seorang
pelambung bola
Pelaksanaannya
:
v Subjek melakukan servis ke lapangan lawan yang telah
diberikan skor
v Setiap subjek diberikan kesempatan melakukan servis
sebanyak 5 kali.
Cara
menskornya :
Ø Skor diambil dari skor yang terdapat di daerah sasaran
dimana bola jatuh dan waktu kecepatan bola jatuh ke daerah sasaran
Ø Bola melewati dibawah tali hasilnya dikalikan dengan skor
daerah dimana bola jatuh di petak lapangan
Ø Stopwatch dijalankan pada waktu bola tersentuh kaki dan
dihentikan pada saat bola menyentuh lantai, waktunya dicatat.
Ø Jika bola jatuh tepat pada garis yang membatasi dua petak
sasaran maka skor yang dicatat adalah angka yang tertinggi
Ø Bola yang terkena net ataupun ke luar dari lapangan
permainan tidak dinilai
Ø Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlahkan skor
sasaran dengan skor waktu dari 5 kesempatan melakukan servis.

b. Tes
Kontrol Bola (Ball Control)
Tujuan
: Mengukur keterampilan mengontrol bola
Alat
:
Ø Sebuah bola taktaw
Ø Stopwatch
Ø Lapangan yang rata
Pelaksanaan
tes :
§ Bola dikontrol dengan menggunakan sepak sila (bagian
depan kaki)/dengan kepala saja
§ Bola yang jatuh ke tanah dapat dimainkan lagi, tapi
penghitungan skor pada sepakan kedua dihitung dari awal dan berlaku pada setiap
kali setelah bola jatuh sampai waktu yang tersedia habis
§ Kontrol bola yang dihitung harus setinggi dada
§ Luas lapangan kontol tidak dibatasi
§ Waktu yang dibatasi selama 1 menit
Penilaian
:
Ø Skor diambil dari jumlah kontrol bola yang dapat
dilakukan selama 1 menit
Ø Setiap 3 kali sepakan dihitung dengan nilai satu dan
seterusnya
Ø Sepakan yang tidak setinggi dada tidak akan dihitung
Ø Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlahkan
kesemua skor kontrol yang telah dibagi dengan 3.
c. Tes
Operan (passing)
Tujuan
: mengukur keterampilan mengoper bola
Alat
:
Ø Beberapa buah boa takraw
Ø Tali direntangkan setinggi 250 cm dari lantai
Ø Net
Ø Lapangan
Pelaksanaan
tes :
v Testee berada dibatas garis serang yang telah ditetapkan
v Seorang pelambung bola dari daerah lawan, melambungkan
bola kepada testee melewati net
v Testee mengontrol bola 1 kali dahulu, kemudian barulah
melakukan operan dengan menggunakan sepak sila
v Operan yang dilakukan harus melewati tali yang
direntangkan dan bola jatuh dalam daerah serang yang mempunyi nilai
v Setiap testee diberikan kesempatan melakukan 5 kali
operan.
Cara
menskornya :
Ø Skor diambil dari skor yang terdapat dimana bola jatuh
didaerah sasaran dengan syarat bola tesebut harus melewati tali yang
direntangkan
Ø Operan bola yang tidak melewati tali dan tidak jatuh di
daerah serang dinilai 1, dengan syarat bola yang melambung melebihi titik
ketinggian tali dan jatuh mendekati garis serang
Ø Operan yang melewati net tidak akan dinilai.
Ø Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlahkan
kesemua skor sasaran dari 5 kali melakukan operan.

d. Tes
Smash
Tujuan
: Mengukur keterampilan smash
Alat
:
Ø Lapangan takraw
Ø Bola takraw
Ø Stopwatch
Pelaksanan
tes :
§ Testee mengambil tempat di depan net siap melakukan smash
§ Bola dilambunngkan ke arah testee berdasarkan ketinggian
yang dikehendaki, biasanya setinggi 3 m di udara dekat net
§ Testee akan melompat dan melakukan smash melewati atas
net ke lapangan lawan
§ Setiap testee diberikan kesempatan melakukan 3 kali smash
Cara
menskornya :
Ø Stopwatch dijalankan pada waktu bola disentuh kaki testee
yang melakukan smash dan dihentikan saat bola menyentuh lantai
Ø Skor diambil dari skor yang terdapat di daerah sasaran
dimana bola jatuh dan waktu kecepatan bola jatuh ke daerah sasaran
Ø Jika bola jatuh tepat pada garis yang membatasi dua petak
sasaran maka skor yang dicatat adalah angka yang tertinggi
Ø Skor keseluruhan diperoleh dengan cara menjumlahkan skor
sasaran dengan skor waktu dari 5 kesempatan melakukan smash.

7.
Tes Keterampilan
Softball
Tes ini diciptakan oleh Donnel
untuk mengukur keterampilan teknik dasar permainan
softball tingkat perguruan tinggi(mahasiswa/mahasiswi). Tes terdiri 6 butir
sebagai berikut:
1.
SPEED THROW
Pelaksanaan Tes:
Ø
Subyek berdiri di
belakang garis sejauh 19.76 dari dinding
Ø
Skor adalah waktu yang
dimulai dari bola lepas dari tangan sampai kena tembok.
Ø
Peserta tes diberi
kesempatan 3 kali lemparan
Ø
Skor diambil waktu
lemparan yang terbaik

2.Fielding Fly Ball
Pelaksanaan Tes:
Ø
Subyek memegang bola,
berdiri di belakang garis sejauh 1.82 m dari dinding
Ø
Melakukan
lempar-tangkap bola ke dinding, di atas garis batas setinggi 3.64 m
darilantai
Ø
Melakukan
lempar-tangkap selalu dari belakang garis, tetapi bola bola ditangkap didepan garis
Ø
Skor merupakan jumlah
lemparan yang benar selama 30 detik. Setiap orang cobahanya diberi satu
kali kesempatan.

2.
Throw and Catch
Pelaksanaan Tes:
Ø
Seutas tali
direntangkan di atas garis start setinggi 2.43 m
Ø
Peserta tes
melemparkan bola sejauh mungkin melalui atas tali, kemudian berlari
danmenangkap bola tersebut di udara.
Ø
Skor merupakan jarak
dari garis start sampai kepada tumit kaki depan.
Ø
Tiap peserta tes
diberi kesempatan 3 kali, diambil jarak yang terjauh.4.

3.
Repeated Throw
Ø
Peserta tes memegang
bola, berdiri di belakang garis 4.56 m dari dinding
Ø
Peserta tes melakukan
lempar tangkap bola ke dinding dengan sasaran di atas garissetinggi 2.28 m dari
lantai
Ø
Peserta tes hanya
diberi satu kali kesempatan
Ø
Skor merupakan jumlah
lemparan yang benar selama 30 detik.

4.
Fungo Batting
Pelaksanaan Tes:
Ø
Peserta tes berdiri
dalam better box, memegang bat dan bola.
Ø
Melambungkan dan
memukul bola ke arah out field, 10 kali pukulan
Ø
Skor merupakan jumlah
dari 10 pukulan tersebut.Cara Menskor. Bola yang jatuh di daerah :
Ø
Out field mendapat
skor 5
Ø
In field mendapat skor
3
Ø
Foul Ball mendapat
skor 16.
5.
Overhand Accuracy Throw
Pelaksanaan Tes:
Ø
Peserta Tes Berdiri di
belakang garis sejauh 13.68 m dari target.
Ø
Melakukan lemparan
bola ke arah target di dinding
Ø
Skor merupakan jumlah
dari 10 kali lemparan
Ø
Target: Sebuah target
dibuat di dinding setinggi 99 cm dari titik tengah lingkaran kelantai. Target
terdiri dari 4 buah lingkaran, masing-masing lingkaran mempunyairadius 3 inchi,
11 inchi, 21 inchi, dan 33 inchi dengan urutan skor dari tiaplingkaran yaitu: 4, 3, 2, dan 1.
DAFTAR
PUSTAKA
Ismaryati. 2008. Tes dan Pengukuran Olahraga.
Surakarta.
Sajoto. 1995. Pengembangan dan pembinaan kekuatan
kondisi fisik dalam Olahraga Jakarta: Dahara Prize.
Wahjoedi. 2001. Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani.
Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Widiastuti. 2001. Tes dan Pengukuran Olahraga. Jakarta
: PT.Bumi Timur Jaya.
Komentar
Posting Komentar