BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang Masalah
Olahraga merupakan
kegiatan yang baik dan bermanfaat bagi tubuh. Akan tetapi, untuk melakukan
olahraga harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, kecuali
olahraga jogging/lari yang dapat dilakukan di jalan atau tempat yang lapang
yang kondisinya tidak membahayakan. Olahraga-olahraga yang harus didukung
dengan sarana dan prasarana yang memadai adalah olahraga sepakbola, bola voli,
bola basket, renang, tolak peluru, lompat jauh, dll.
Dalam pengadaan sarana
dan prasarana olahraga yang baik, harus memiliki perencanaan yang baik pula.
Perencanaan sangat diperlukan untuk pencapaian tujuan yang
maksimal. Perencanaan merupakan tindakanyang teratur dengan didasari
pemikiran yang cermat sebelum melakukan usaha pencapaian tujuan yang telah
ditentukan. Dalam merencanakan pengadaan sarana dan prasarana harus
memperhatikan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang ingin dibeli
atau dibangun. Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang diinginkan
harus didukung juga dengan dana yang cukup untuk membangunnya. Untuk menekan
besarnya dana yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana, dapat juga didiskusikan
untuk alat-alat yang harus dibeli dan alat-alat yang dapat dikembangkan
sendiri. Fasilitas
pendidikan jasmani memerlukan perencanaan yang cermat, dan spesialis-spesialis
di bidang ini harus dihubungi. Para pengurus, guru olahraga, dan personil lain
harus berpartisipasi dalam merencanakan fasilitas-fasilitas baru dan memiliki
pengetahuan tentang struktur dan fungsinya. Konsep-konsep struktural yang
inovatif dan tren-tren terkini harus diperiksa secara menyeluruh untuk
menghasilkan fasilitas jasmani yang sehat dan efisien.
Fasilitas jasmani
merupakan pertimbangan utama dalam kebanyakan pendidikan jasmani, program
atletik dan rekreasi. Banyak ide-ide arsitektur baru yang sedang diperkenalkan
dan konsep-konsep baru dikembangkan untuk memiliki fasilitas yang lebih
ekonomis dan lebih fungsional.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Manajemen
Banyak buku yang mendefinisikan manajemen dan menurut
pendapat penulis semuanya merupakan rumpun ilmu pengetahuan yang mempunyai
batas – batas ruang lingkup tujuan yang berbeda. Dalam pengertian yang umum
atau sangat umum, manajemen didefinisikan sebagai sumber daya guna untuk mengalikasikan
sumber daya yang tersedia secara terbatas untuk mencapai tujuan secara efektif
dan efisien. Dari pengertian tersebut di atas terkandung tiga unsure yaitu:
1.
Sumber berupa bahan, uang, waktu,
alat teknologi dan manusia;
2.
Proses meliputi kegiatan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian;
3.
Hasil berupa produk, jasa dan
kepuasan.
4.
Apabila ketiga unsur tersebut digambarkan akan terlihat
sebagai berikut:
![]() |
|||||||
Gambar 1: Alokasi sumber daya
Dari gambar tersebut nampak bahwa sumber perlu
diubah bentuk atau susunannya atau dengan kata lain sumber daya harus diproses
melalui kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian
sehingga dapat menghasilkan suatu produk, jasa dan kepuasan.
1.Proses
Manajemen
Proses
manajemen seperti disebutkan di atas meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian. Selanjutnya akan diuraikan satu persatu mengenai
proses manajemen secara umum yang nantinya dapat diterapkan pada manajemen
fasilitas pendidikan:
a).Perencanaan
Perencanaan
pada dasarnya merupakan kerangka berpikir tentang apa yang hendak dicapai,
bagaiman cara mencapainya dan apa serta berapa sarana yang diperlukan. Atau
dapat dikatakan bahwa perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan
tentang alternatif – alternatif kegiatan yang akan dipergunakan dalam mencapai
suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Proses perencanaan dapat
digambarkan sebagai berikut:
|
|
|||||
Gambar 2: Proses Perencanaan
Jadi
Perencanaan disini merupakan suatu proses yang terus menerus.
b).Pengorganisasian
Proses
pengorganisasian diperlukan dalam segala hal. Dalam hal ini pengorganisasian
ditujukan untuk meningkatkan efektivitas. Tidak seorangpun akan mampu
melaksanakan seluruh pekerjaan untuk mencapai tujuan seorang diri tanpa bantuan
orang lain. Pengorganisasian mendorong adanya pembagian kerja atas dasar
keahlian atau spesialisasi yang dipunyai oleh masing – masing individu.
Sehingga organisasi tidak perlu memulai dengan penugasan/ pemberian tugas
kepada berbagai orang yang telah diakui keahliannya. Dalam struktur organisasi
perlu pengaturan/ koordinasi sehingga menghasilkan:
1.
Pemisahan pekerjaan dalam bentuk pembedaan secara
vertikal, horizontal, lini dan staf.
2.
Integrasi kegiatan yang berbeda melalui pengembangan
sistem dan prosedur.
3.
Pengembangan dinamika kelompok.
c).Pengarahan Kegiatan
Dengan
adanya perencanaan makla perlu adanya pengarahan. Hal ini sangat perlu karena
adanya kemungkinan – kemungkinan penyimpangan kegiatan. Pengarahan ini menuntut
adanya ketrampilan seorang pemimpin dalam komunikasi, motivasi dan pembinaan
kelompok. Dalam pengarahan diperlukan komunikasi dua arah dan petunjuk
operasional.
d).Pengendalian
Dalam
pengendalian seorang pemimpin diharapkan dapat menilai hasil yang telah dicapai
serta mengambil tidakan koreksi yang diperlukan. Pengendalian di sini
dimaksudkan untuk mengetahui (1) Kemajuan pelaksanaan pekerjaan, (2) Menilai
tindakan – tindakan yang menyimpang, (3) melakukan perencanaan kembali, srategi
dan kebijakan. Dalam pengendalian ini ada hal yang sangat sulit dievaluasi
yaitu hasil yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. Hal yang penting
diperhatikan dalam pengendalian adalah adanya standar penilaian, karena sebelum
dilakukan pengendalian harus sudah disusun rencana proses pengendalian dan
sudah dipahami oleh semua orang atau unsure yang berkepentingan.
2.2.Macam-macam
Fasilitas Olahraga
Fasilitas olahraga dapat dibagikan dalam
macam/tipe,seperti:
1. Fasilitas tunggal,artinya fasilitas itu
umumnya hanya digunakan untuk satu cabang olahraga saja,misalnya stadion
baseball,bowling valley,kolam renang,lapangan golf,sirkuit motor dan mobil,trek
lapangan balap kuda,dan lain lain.
2. Fasilitas serba guna.
3. Fasilitas pada rumah kelab (clube house)
4. Fasilitas olahraga yang besar
2.3.Mengurus
Fasilitas Olahraga
1.fasilitas olahraga tidak
hanya sangat mahal biaya pembangunannya,biaya pemeliharaanya pun tidak mahal.
2.manajemaen asset yang baik
dan prosuder pemeliharaan,analisis biaya pemeliharaan dan penyusunan aturan
pembangunan fasilitas.
2.4.
Ciri-ciri fasilitas yang di kelola dengan baik
Menurut Harsuki (2013 : 187), ciri-cirinya
pengelolaan yang baik yaitu :
1. Beroperasi
pada jam yang ditentukan setiap harinya, dengan memberikan pelayanan yang
ramah.
2. Pelanggan
baru terima secara baik, dan mereka mendapat petunjuk sehingga dapat
menggunakan fasilitas sebaik-baiknya.
3. Karyawan
yang terlatih dengan baik,, peran, karyawan
4. Prosedur
keselamatan (P3K)
5. Melalui
pengoperasiannya fasilitas dapat menghasilkan manfaat ekonomi
2.5 Factor Terkait Fasilitas Olahraga
1.Pengertian Ruang Lingkup Fasilitas
Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat
memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha. Sesuatu yang dapat
memudahkan dan melancarkan suatu usaha tersebut biasanya berupa benda – benda
atau uang.
Fasilitas
dapat dibedakan menjadi dua yaitu fasilitas fisik dan fasilitas uang.
·
Fasilitas fisik adalah segala sesuatu yang
berupa benda atau yang dapat dibendakan, yang mempunyai peranan dapat
memudahkan dan melancarkan suatu usaha. Fasilitas fisik dapat disebut juga
dengan fasilitas materiil. Karena fasilitas ini dapat memberi kemudahan dan
kelancaran bagi suatu usaha dan biasanya diperlukan sebelum suatu kegiatan
berlangsung maka dapat pula disebut sebagai saran materiil. Apabila dikaitkan
dengan pendidikan maka fasilitas materiil meliputi: perabot ruang kelas,
perabot kantor TU, perabot laboratorium, perpustakaan dan ruang praktek, alat
pelajaran, media pendidikan, dll.
·
Fasilitas uang adalah segala sesuatu yang dapat
memberi kemudahan suatu kegiatan sebagai akibat dari “nilai uang’. Fasilitas
uang akan dibicarakan dalam bab tersendiri yaitu manajemen keuangan atau
manajemen sumber dana.
·
Sarana pendidikan adalah segala fasilitas yang
diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat meliputi barang bergerak
maupun barang tidak bergerak agar tujuan pendidikan dicapai secaca efektif dan
efisien. Barang bergerak adalah barang yang dapat dipindah tempatkan sedang
barang tidak bergerak adalah barang yang tidak dapat dipindah tempatkan.
Dilihat dari fungsinya atau peranannya terhadap proses pembelajaran maka sarana
pendidikan dibedakan menjadi: alat pelajaran, alat peraga dan media pengajaran.
·
Alat pelajaran adalah alat atau benda yang
dipergunakan secara langsung oleh guru atau peserta didik dalam proses
pembelajaran. Alat pelajaran dapat dibedakan menurut:
a)
Bentuknya (buku, alat peraga, alat praktek, alat tulis
menulis),
b)
Pengguna (klasikal dan individual),
c)
Bidang pelajaran (IPA, matematika, IPS, Kesenian, OR,
Agama, Bahasa)
·
Alat peraga adalah segala sesuatu yang digunakan
oleh guru untuk memperagakan atau memperjelas pelajaran. Alat peraga dapat
dibedakan menurut yang menggunakan ( secara langsung dan secara tidak langsung)
dan bidang pelajaran. Guru dapat menjelaskan suatu mata pelajaran dengan
mengunjungi suatu tempat sebagai alat peraganya.
·
Media pengajaran adalah suatu saran yang
digunakan untuk menampilkan pelajaran, tetapi juga dapat untuk mengganti
kehadiran guru di depan kelas. Media pengajaran dapat dibedakan menurut:
a)
Indera yang digunakan (audio, visual audio visual)
b)
Komponen (Hardware dan software)
2. Pengertian Manajemen Fasilitas
Manajemen Fasilitas adalah suatu proses
kegiatan yang direncanakan, diorganisasikan, diarahkan, dan dikendalikan
terhadap benda – benda pendidikan secara tepat guan dan berdaya guna sehingga
selalu siap pakai dalam proses pembelajaran. Secara kronologis maka kegiatan
dalam manajemen fasilitas meliputi kegiatan – kegiatan: pengadaan, penyimpanan,
penggunaan, pengaturan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, rehabilitasi,
dan penghapusan.
3.1.Pengertian Perencanaan Sarana dan Prasarana Olahraga
Secara umum, sarana
prasarana banyak diartikan menurut beberapa sumber. Sarana adalah perlengkapan
yang dapat dipindah-pindahkan untuk mendukung fungsi kegiatan dan satuan
pendidikan, yang meliputi: peralatan, perabotan, media pendidikan dan buku
(Internet menurut Asep). Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat
dalam mencapai makana dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang
merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (Kamus Besar Bahasa
Indonesia). Sarana prasarana adalah alat secara fisik untuk menyampaikan isi
pembelajaran (Sagne dan Brigs dalam Latuheru, 1988:13). Dari berbagai definisi
menurut para ahli dapat diartikan bahwa sarana prasarana adalah sumber daya
pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis bangunan/tanpa bangunan beserta
dengan perlengkapannya dan memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan kegiatan.
Sarana prasarana
olahraga adalah suatu bentuk permanen, baik itu ruangan di luar maupun di
dalam. Contoh: cymnasium, lapangan permainan, kolam renang, dsb. (Wirjasanto 1984:154).
Pengertian sarana prasarana tidak seperti yang di atas, namun ada beberapa
pengertian lain menurut sumber yang berbeda pula.Sarana prasarana olahraga
adalah semua sarana prasarana olahraga yang meliputi semua lapangan dan
bangunan olahraga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan
olahraga (Seminar Prasarana Olahraga Untuk Sekolah dan Hubungannya dengan
Lingkungan (1978).
Dari beberapa
pengertian di atas dapat diartikan bahwa sarana prasarana olahraga adalah semua
sumber daya pendukung olahraga yang meliputi semua lapangan dan bangunan
olahraga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan olahraga.
Perencanaan merupakan
tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum melakukan
usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan perencanaan
sarana dan prasarana olahraga adalah tindakan yang teratur
dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum membangun sarana dan
prasarana olahraga.
3.2.Cara
Merencanakan Sarana dan Prasarana Olahraga
Kegiatan olahraga
memerlukan ruang untuk bergerak. Kebutuhan ruang untuk bergerak itu ditentukan
dengan standar ruang perorangan. Sarana prasarana olahraga paling sedikit atau
minimal disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang berolahraga itu sendiri.
Sehingga kunci dan tujuan sarana prasarana adalahmemberikan fasilitas
berolahraga yang diharapkan dengan adanya sarana prasarana penunjang,
sehinggakegiatan olahraga berjalan dengan baik. Dengan
begitu masyarakat dapat menikmati olahraga dengan baik dan optimal.
Perencanaan sarana
dan prasarana olahraga dapat dilakukan dengan cara 5W dan 1H, yaitu:
— What,
apa yang dikerjakan?
— Why,
mengapa pekerjaan itu dilakukan/dasar pertimbangannya?
— Who,
siapan yang mengerjakan/pelaksana?
— Where,
dimana akan dikerjakan?
— When,
kapan waktu pengerjaannya?
— How,
bagaimana mengerjakannya/tata kerja?
Dalam pengadaan
sarana dan prasarana olahraga yang baik, harus memiliki perencanaan yang baik
pula. Perencanaan sangat diperlukan untuk pencapaian tujuan yang maksimal.
Berikut ini adalah beberapa hal yangperlu diketahui dalam
merencanakan dan menentukan kebutuhan sarana prasarana olahraga:
a)Pengisian kebutuhan
sarana prasarana sesuai dengan perkembangan olahraga.
b)Adanya sarana
prasarana olahraga yang rusak, hilang atau bencana yang dapat
dipertanggung jawabkan.
c)Adanya penyediaan
sarana prasarana olahraga yang didasarkan pada jatah.
d)Adanya persediaan
sarana prasarana olahraga pada tahun mendatang.
Pembelajaran
penjaskes di sekolah sangat membutuhkan banyak sarana olahraga guna mendukung
kelancaran proses belajar mengajar. Guru penjaskes harus dapat memanfaatkan
sarana olahraga di sekolah dengan semaksimal mungkin. Selain itu, guru olahraga
harus dapat merencanakan pengadaan sarana olahraga dengan baik sebelum sarana
olahraga yang lama sudah tidak layak lagi untuk digunakan. Berikut
ini adalahcara merencanakan kebutuhan sarana pembelajaran penjaskes:
a)Rencanakan
kebutuhan baku, sarana dan prasarana berdasarkan kebutuhan.
b)Diskusi jenis alat
yang harus dibeli dan yang dapat dikembangkan sendiri.
c)Lakukan skala
prioritas pada saat pengadaan.
d)Catat fasilitas
yang ada dengan cermat, apa yang sudah ada dan apa apa yang belum/perlu
diadakan.
e)Tentukan
pertanggung jawaban penggunaan sarana prasarana.
f)Susun kebutuhan
sarana prasarana olahraga menurut jenisnya dengan memperhatikan jumlah
penggunaan.
Prasarana olahraga
adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari semua lapangan
dan bangunanolahraga. Berikut ini adalah 3 Faktor
utama yang harus diperhatikan dalam merencanakan Prasarana Olahraga. Dana,
merencanakan pembangunan prasarana olahraga harus memperhatikan besar biaya
yang dikeluarkan. Jika biaya tidak mencukupi, maka harus melakukan prioritas
dalam pembangunannya, tetapi tidak mengabaikan kualitas dan kuantitasnya.
· Kuantitas, prasarana
olahraga harus dapat menampung seluruh pengguna olahraga.
· Kualitas,
prasarana olahraga harus memenuhi Standart
Internasional & Kualitas bahan atau material harus memenuhi
syarat InternasiAonal (minimal SNI, demi keselamatan).
BAB
III
PENUTUP
3.4.Kesimpulan
Sarana olahraga
adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis
peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan
olahraga. Sedangkan prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang
terdiri dari semua lapangan dan bangunan olahraga. Jadi, sarana
prasarana olahraga adalah semua sumber daya pendukung olahraga yang meliputi
semua lapangan dan bangunan olahraga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan
program kegiatan olahraga. Perencanaan merupakan tindakan yang
teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum melakukan usaha untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan perencanaan sarana dan
prasarana olahraga adalah tindakan yang teratur dengan didasari
pemikiran yang cermat sebelum membangun sarana dan prasarana olahraga.
Perencanaan sarana
dan prasarana olahraga dapat dilakukan dengan cara 5W dan 1H. Berikut ini
adalahbeberapa hal yang perlu diketahui dalam merencanakan dan
menentukan kebutuhan sarana prasarana olahraga:
a)Pengisian kebutuhan
sarana prasarana sesuai dengan perkembangan olahraga.
b)Adanya sarana
prasarana olahraga yang rusak, hilang atau bencana yang dapat
dipertanggung jawabkan.
c)Adanya penyediaan
sarana prasarana olahraga yang didasarkan pada jatah.
d)Adanya persediaan
sarana prasarana olahraga pada tahun mendatang.
3.5.Saran-saran
Mengadakan sarana dan
prasarana membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tetapi, besarnya dana tersebut
dapat ditekan dengan cara memprioritaskan sarana dan prasarana yang terpenting
dahulu untuk dipenuhi. Selain itu, dapat juga mengembangkan dari benda-benda yang
sekiranya berharga murah yang dapat menggantikan fungsi dari alat-alat olahraga
yang harganya lebih tinggi.
Komentar
Posting Komentar