Tugas : Didaktik Metodik Mengajar Penjas
MODEL
DALAM PEMBELAJARAN
Oleh
:
Mulyana Ikhsan
1706204020015
1706204020015
Dosen
Pengasuh : Dr. Nyak Amir, M.Pd.
PROGRAM
STUDI MAGISTER PENDIDIKAN OLAHRAGA ( MPO )
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
DARUSSALAM,
BANDA ACEH
2018
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN PEMBELAJARAN
Pengertian Pembelajaran Menurut
Para Ahli Pendidikan – Kali ini akan dibahas tentang definisi pembelajaran
menurut berbagai versi. Hal ini dikarenakan banyak literatur yang berbeda beda
ketika anda mencari tahu apa itu arti pembelajaran. Masing masing pakar dan
ahli memiliki pendapatnya sendiri dalam mendefinisikan apa itu pembelajaran.
Menurut undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah “proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar”. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh
guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan
berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkontruksikan pengetahuan
baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran.
Ciri–ciri pembelajaran menurut
Sugandi, dkk (2000:25) diantaranya adalah :
v
Pembelajaran
dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis;
v
Pembelajaran
dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar;
v
Pembelajaran
dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa;
v
Pembelajaran
dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik;
v
Pembelajaran
dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa;
v
Pembelajaran
dapat membuat siswa siap menerima pelajaran baik secara fisik maupun
psikologis.
B. MODEL
PEMBELAJARAN
Model pembelajaran diartikan
sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk
mencapai tujuan belajar. Dapat juga diartikan suatu pendekatan yang digunakan
dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, sebenarnya model pembelajaran memiliki arti
yang sama dengan pendekatan, strategi atau metode pembelajaran. Saat ini telah
banyak dikembangkan berbagai macam model pembelajaran, dari yang sederhana
sampai model yang agak kompleks dan rumit karena memerlukan banyak alat bantu
dalam penerapannya.
Model
Pembelajaran secara khusus diantaranya adalah :
1. Rasional teoritik yang logis
yangdisusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
2. Landasan pemikiran tentang apa
dan bagaimana siswa belajar.
3. Tingkah laku mengajar yang
diperlukanagar model tersebut dapat dilaksanakandengan berhasil.
4. Lingkungan belajar yang
duperlukanagar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Sedangkan model pembelajaran
menurut Kardi dan Nur ada lima model pemblajaran yang dapat digunakan dalam
mengelola pembelajaran, yaitu: pembelajaran langsung; pembelajaran kooperatif;
pembelajaran berdasarkan masalah; diskusi; dan learning strategi.
Sebagai seorang guru harus mampu
memilih model pembelajaran yang tepat bagi peserta didik. Karena itu dalam
memilih model pembelajaran, guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi
siswa, bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan
model pembelajara dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan
belajar siswa.
Seorang guru diharapkan memiliki
motivasi dan semangat pembaharuan dalam proses pembelajaran yang dijalaninya.
Menurut Sardiman A. M. (2004 : 165), guru yang kompeten adalah guru yang mampu
mengelola program belajar-mengajar. Mengelola di sini memiliki arti yang luas
yang menyangkut bagaimana seorang guru mampu menguasai keterampilan dasar
mengajar, seperti membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, menvariasi media,
bertanya, memberi penguatan, dan sebagainya, juga bagaimana guru menerapkan
strategi, teori belajar dan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran yang
kondusif.
Pendapat serupa dikemukakan oleh
Colin Marsh (1996 : 10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi
mengajar, memotivasi peserta didik, membuat model instruksional, mengelola
kelas, berkomunikasi, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Semua
kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.
Setiap guru harus memiliki
kompetensi adaptif terhadap setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan
di bidang pendidikan, baik yang menyangkut perbaikan kualitas pembelajaran
maupun segala hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar peserta
didiknya. Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki
kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya.
Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi
pembelajaran, (3) metode pembelajaran, (4) teknik pembelajaran, (5) taktik
pembelajaran, dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan
pengertian istilah – istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan
kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
1.
Model Pembelajaran
Apabila antara pendekatan,
strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi
satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model
pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk
pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas
oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai
dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran,
Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990)
mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model
interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model
personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian,
seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan
strategi pembelajaran.
Untuk
lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya
dapat divisualisasikan sebagai berikut:
2.Pendekatan
Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat
diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang
sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan,
dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari
pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1)
pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student
centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada guru (teacher centered approach).
3.Strategi
Pembelajaran.
Dari pendekatan pembelajaran yang
telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Newman
dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari
setiap usaha, yaitu:
v Mengidentifikasi dan menetapkan
spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus
dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang
memerlukannya.
v Mempertimbangkan dan memilih
jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
v Mempertimbangkan dan menetapkan
langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan
sasaran.
v Mempertimbangkan dan menetapkan
tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai
taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika
kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan
kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi
peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih
sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan
langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas
minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina
Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran
yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David,
Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung
makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat
konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu
pelaksanaan pembelajaran.
Dilihat dari strateginya,
pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery
learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008).
Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran
dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran
deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk
mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan
kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something”
sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).
4.Metode
PSembelajaran
Secara umum pengertian metode
pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang
sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Yaitu suatu cara yang dipilih oleh pendidik untuk mengoptimalkan
proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
diharapkan.
Metode pembelajaran adalah suatu
proses yang sistematis dan teratur yang dilakukan oleh pendidik dalam
menyampaikan materi kepada muridnya. Dengan cara ini diharapakan tujuan dari
kegiatan belajar mengajar dapat tercapai dengan baik.Oleh sebab itu pendidik
tentu perlu untuk mempelajari metode pembelajaran. Cara ini juga dapat membuat
murid untuk tidak merasa bosan atau jenuh di dalam kelas.
Sebenarnya masih cukup banyak
manfaat menggunakan metode yang sistematis dalam proses belajar mengajar.
Semisal waktu belajar semakin efektif, murid semakin semangat belajar dan masih
banyak lainnya.
Mudahnya berdasarkan uraian di
atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud metode pembelajaran adalah cara atau
jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga
tujuan pembelajaran dapat dicapai. Hal ini mendorong seorang guru untuk mencari
metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap dengan baik
oleh siswa.
Nana Sudjana (2005: 76).Metode
pembelajaran adalah, “Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru
dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”
Jadi,
metode pembelajaran di sini dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan
praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode
pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi
pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4)
simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8)
debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Adapun
ciri-ciri metode pembelajaran yang baik adalah sebagai berikut :
v Bersifat luwes, fleksibel dan
memiliki daya yang sesuai dengan watak murid dan materi
v Bersifat fungsional dalam
menyatukan teori dengan praktik dan mengantarkan murid pada kemampuan praktis.
v Tidak mereduksi materi, bahkan
sebaliknya mengembangkan materi.
v Memberikan keleluasaan pada murid
untuk menyatakan pendapat.
v Mampu menempatkan guru dalam
posisi yang tepat, terhormat dalam keseluruhan proses pembelajaran.
5.Gaya
Belajar
v Menurut
Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk
mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung
jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan
belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.
v Drummond
(1998:186) mendefinisikan gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode
and desired conditions of learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai
cara belajar atau kondisi belajar yang disukai oleh pembelajar.
v Willing
(1988) mendefinisikan gaya belajar sebagai kebiasaan belajar yang disenangi
oleh pembelajar. Keefe (1979) memandang gaya belajar sebagai cara seseorang
dalam menerima, berinteraksi, dan memandang lingkungannya. Dunn dan Griggs
(1988) memandang gaya belajar sebagai karakter biologis bawaan.
Gaya
belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan
perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil
untuk pebelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan
belajar (NASSP dalam Ardhana dan Willis, 1989 : 4).Definisi yang lebih menjurus
pada gaya belajar bahasa dan yang dijadikan panduan pada penelitian ini
dikemukakan oleh Oxford (2001:359) dimana gaya belajar didefinisikan sebagai
pendekatan yang digunakan peserta didik dalam belajar bahasa baru atau
mempelajari berbagai mata pelajaran.
Macam-Macam Gaya
Belajar:
1.
Visual (belajar dengan cara melihat)
2.
Auditori (belajar dengan cara mendengar)
3.
Kinestetik (belajar dengan cara
bergerak, bekerja dan menyentuh)
6.Teknik
Pembelajaran
Selanjutnya metode pembelajaran
dijabarkan ke dalam teknik dan taktik pembelajaran. Dengan demikian, teknik
pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam
mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode
ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik
tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode
ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan
penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang
siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal
ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang
sama.
7.Taktik
Pembelajaran.
Sementara taktik pembelajaran
merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran
tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama
menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik
yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi
dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara
yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak
menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang
itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari
masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian
dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah
ilmu sekalkigus juga seni (kiat)Pendekatan Pembelajaran, Strategi Pembelajaran,
Metode Pembelajaran, Teknik Pembelajaran, Taktik dan Model Pembelajaran.Di luar
istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain
pembelajaran. Jika strategi pembelajaran
lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran,
sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan
suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi
pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi
membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak
dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya),
masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan
desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun
beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya,
maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir,
setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa
untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut
dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan
berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana
diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Mencermati upaya
reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau
calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran,
yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun
penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya.
Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar
pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran
sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara
kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas,
sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada
gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan,
yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.
DAFTAR PUSTAKA
Abin
Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Dedi
Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat
Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.
Udin
S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka.
Wina
Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Beda
Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran
(hxxp://smacepiring.wordpress.com/)
Colin
Marsh. (1996). Handbook for beginning teachers. Sydney : Addison Wesley Longman
Australia Pry Limited.
Sardiman,
A. M. (2004). Interaksi dan motivasi belajar-mengajar. Jakarta: Rajawali.
Komentar
Posting Komentar